
DEVINISI :
Secara etimologi : mu’tazilah berasal dari kata عزل – يعتزله- عزلا- وعزله- فاعتزل- وانعزل- فتعزل بمعمنى اننفصال والتحنى yang artinya menyingkir atau memisahkan diri .( lisanul ‘arob 11/ 440 )
Secara terminologi : Mu’tazilah berarti sebuah sekte sempalan yang mempunyai lima pokok keyakinan , meyakini dirinya adalah kelompok pertengahan di antara dua kelompok yaitu murji’ah yang menganggap pelaku dosa besar tetap sempurna imannya dan khawarij yang menganggap pelaku dosa besar telah kafir .(Al milal wan nihal 47- 48 )
SEJARAH DAN SEBAB PENAMAAN
Mu’tazilah, berawal dari penamaan imam hasan al bashri dan pencetus faham mu’tazilah adalah wasil bin ‘ato al ghozzal ( 81- 131 H ). suatu ketika imam hasan al bashri mempunyai majelis pengajian di masjid bashrah. pada suatu hari seorang laki-laki masuk ke dalam pengajian imam hasan al bashri dan bertanya,” wahai imam, di zaman kita ini telah timbul kelompok yang mengkafirkan para pelaku dosa besar yaitu kalangan wa’idiyah khawarij dan juga timbul kelompok lain yang mengatakan maksiat tidak membahayakan iman sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat sama sekali bila bersama kekafiran yaitu kelompok murji’ah. bagaimana sikap kita?” imam hasan al bashri terdiam memikirkan jawabannya, saat itulah murid beliau yang bernama washil menyela,” saya tidak mengatakan pelaku dosa besar itu mukmin secara mutlak dan tidak pula kafir secara mutlak, namun dia berada di satu posisi di antara dua posisi, tidak mukmin dan tidak pula kafir. ( fi manzilatin baina manzilataini )” jawaban ini tidak sesuai dengan ayat-ayat Al Qur’an dan As Sunah yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar tetap mukmin namun imannya berkurang., tentu saja hasan al bashri membantah jawaban Washil yang tak berlandaskan dalil tadi. Washil kemudian pergi ke salah satu sudut masjid, maka imam hasan al bahsri berkata,” ia telah memisahkan diri dari kita (I’tazalnaa).” Sejak saat itu ia dan orang-orang yang mengikutinya di sebut mu’tazilah, artinya kelompok yang memisahkan diri .( al milal wan nihal 47- 48 )
PEREKEMBANGAN MU'TAZILAH
mu’tazilah pertama kali muncul di basrah yang di bawa oleh washil bin ‘atho adalah murni dalam masalah iman, tidak ada kaitanya dengan siyasah ( politik ), namun seiringberjalanya waktu dan dahsyatnya fitnah kelompok ini, ia berkembang pesat bahkan di anut oleh kholifah umawiyyah walid bin yazid dan marwan bin Muhammad . sekte ini semakin bertambah pesat pada era khilafah abbasiyyah bahkan menjadi madzhab resmi pada masa pemerintahan ma’mun dan mu’tasim ( islam bila madzahib 401 ), pada masa inilah, sekte mu’tazilah menjadi sekte yang memegang peranan penting dalam pemerintahan karena khalifah menganut sekte ini, pada masa itu para pemimpin mu’tazilah seperti biysr al muraisy, tsumamah bin asyras dan ibnu abi du’at menjadi penasehat-penasehat al makmun. pada masa inilah timbul fitnah yang terkenal dengan nama fitnah khalqul qur’an di mana para ulama ahlus sunnah yang menolak mengakui Al Qur’an itu makhluk dipenjarakan dan disiksa, contohnya Imam ahmad. hal ini berlangsung sampai pada pemerintahan Al Mu’tashim dan Al Watsiq.
ASAS PEMIKIRAN MU'TAZILAH
Mu’tazilah adalah firqoh sesat yang dasar pemikiranya berlandaskan akal dan ilmu kalam serta mengedepankan akal dari pada nas alqur’an dan as sunnah, apa yang baik menurut akal maka hal itu baik dan apa yang menurut akal buruk maka hal itu buruk, firqoh ini menganbil nas al quran dan as sunnah sebagai justifikasi jika sesuai dengan akal mereka. Mu’tazilah memiliki lima dasar pemikiran usulul khomsah ( pancasila ) yaitu tauhid, ‘adl ( adil ), wa’d wal wa’id ( janji dan ancaman ), manzilatun baina manzilatain, dan amar ma’ruf nahi mungkar, barang siapa yang mengurangi atau menambahi satu usul saja maka ia tidak berhak di sebut i’tizal .( qowaid manhaj salaf fil fikril islami 113 )
1. Tauhid, dalam masalah tauhid mu’tazilah menafikan sifat sifat azali Allah ta’ala, karena menetapkannya berarti menetapkan dzat yang qadim, serta penetapan sifat Allah bisa menjerumuskan kepada kesyirikan ( menyamakan Allah dengan makhluqnya ) ( lihat bantahanya dalam kitab maqolatul islamiyyin abu hasan al asy’ari ), mereka juga menginkari Allah bisa di lihat di akhirat , serta mengatakan al qur’an adalah makhluq.
2. Adil, menurut mereka Allah tidak menciptakan perbuatan, manusialah yang menciptkan perbuatanya sendiri ( tanpa campur tangan Allah jika Allah menciptakan perbuatan buruk maka artinya Allah berbuat dzolim kepada hambanya karena ia akan mendapat di siksa ), meraka bertanggung jawab atas perbuatan masing masing jika perbuatan itu baik maka di beri pahala namun jika perbuatan itu buruk maka mendapat dosa.
3. wa’d ( janji ) dan wa’id (ancaman ), janji Allah adalah pahala , ancamanNya adalah siksa ( Maknanya orang yang berbuat dosa besar bila belum bertaubat sebelum meninggal, pasti kekal di neraka dan tidak ada syafa’at baginya. Ibnu Taimiyah berkata: “Di antara pokok ajaran Mu’tazilah bersama Khawarij adalah terlaksananya ancaman di akhirat dan bahwasanya Allah tidak menerima syafa’at bagi pelaku dosa besar serta tak seorang pelaku dosa besar pun yang keluar dari neraka , janji Allah adalah di terimanya taubat hamba yang beriman serta Allah mengampuni tanpa taubat, Mereka mengatakan jika Allah mengancam hamba-Nya dengan suatu ancaman maka Allah wajib menyiksanya dan tidak boleh mengingkari ancaman-Nya karena Allah tidak mengingkari janji-Nya. Allah tidak memberi ma’af dan ampunan bagi orang yang dikehendaki-Nya dan tidak pula mengampuni pelaku dosa besar yang tidak bertaubat.
4. Manzilatun baina manzilataini, maksudnya pelaku dosa besar berada di antara dua manzilah tidak mu’min dan tidak kafir sebagai penengah antara khowarij ( pelaku dosa besar kekal di neraka ) dan murji’ah ( dosa besar tidak mempengaruhi iman .
5. Amar ma’ruf nahi mungkar, amar ma’ruf dengan tujuan membela dan menjaga aqidah, nahi mungkar yaitu memerangi orang orang fasiq dan zindiq serta ghulu dalam hal ini diataranya mereka meminta bantuan kepada para kholifah untuk menghakimi para fasiqin dan zindiq versi mereka, seperti halnya fitnah kholqul qur’an.( islam bila madzahib 403 ), bersambung.....
wallahu a'lam ( oleh/ Ugi' Habibullah Mursyid )
di presentasikan pada acara kajian rumah bawah hay sabi'kairo, 9 maret 2012

